Rabu, 23 Desember 2015

UISI, 5 Tahun Mendatang

           Saat pertama kali mendengar kata UISI (Universitas Internasional Semen Indonesia) banyak sekali pertanyaan yang  terlintas dipikiran, universitas baru? Dimana?.  Bahkan saat akan mendaftar untuk menjadi mahasiswa baru pun, saya masih diliputi rasa bimbang.  Karena UISI dapat dikatakan merupakan universitas baru yang belum memiliki akreditasi.  Banyak sekali hal-hal yang sempat membuat saya ragu untuk menjadi mahasiswa di UISI.  Namun setelah melihat beberapa artikel tentang STIMSI, nama yang sebelumnya dipakai sebelum menggunakan nama UISI.  Beberapa hal membuat saya yakin karena UISI merupakan suatu corporate university yang dikelola oleh salah satu perusahaan BUMN yaitu PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk.
            Sebagai universitas yang terbilang baru, tentunya banyak sekali hal-hal yang harus diperbaiki, seperti sarana dan prasarana.  Hal ini dapat dimaklumi, tetapi bukan berarti kekurangan ini dibiarkan saja.  Contoh sarana dan prasarana yang menurut pendapat saya harus segera dibenahi adalah lahan parkir.  Mengapa lahan parkir? Lahan parkir yang tersedia saat ini dapat dikatakan cukup memprihatinkan, karena apabila turun hujan maka kendaraan bermotor yang terpakir dan helm akan basah. 
            Karena merupakan unversitas baru, tidak heran masih banyak orang di luar sana yang belum mengetahui tentang UISI.  Bahkan apabila saya ditanya, kuliah dimana? Saat saya menjawab UISI, kebanyakan orang justru kaget dan berkata “memangnya ada ya?”.  Hal ini membuat saya memiliki keinginan untuk memajukan Universitas Internasional Semen Indonesia, supaya lebih diketahui oleh masyarakat luas.  Harapan saya  tentang UISI 5 tahun kedepan adalah semoga UISI menjadi salah satu universitas terbaik yang ada di dalam negeri maupun internasional.  Serta memiliki lebih banyak lagi mahasiswa dari seluruh nusantara bahkan dunia.  Dan yang paling penting adalah semoga  UISI telah memiliki akreditasi dari BAN-PT.



Rabu, 16 Desember 2015

teknik kimia

                Dari dahulu saya sudah berkeinginan untuk berkuliah di jurusan teknik kimia.  Maka dari itu saya sejak duduk di Sekolah Menengah Atas, selalu berusaha untuk mendapatkan nilai yang bagus di pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam.  Akhirnya impian saya terwujud, saya telah menjadi mahasiswa Teknik Kimia UISI. Pada awalnya saya mengira bahwa prodi ini adalah prodi yang banyak memepekajari ilmu kimia.  Padahal dalam teknik kimia yang paking banyak dipelajari adakah ikmu fisika.  Serta sebagai seseorang yang belajar di prodi teknik kimia harus memiliki berbagai ide yang kreatif dalam memecahkan suatu masalah yang terjadi.   
                Selama beberapa bulan saya berkuliah, saya merasakan bahwa menjadi mahasiswa teknik memang tidak semudah apa yang saya bayangkan.  Apalagi bila dibandingkan dengan mahasiswa di FTV, yang sepertinya menjadi mahasiswa itu mudah, yang penting hadir.  Di teknik kimia memang ada mata kuliah fisika disarm, proses perpindahan(transfer momentum panas dan masa), termodinamika.  Sebenarnya, tidak perlu jago dalam fisika yang penting adalah menguasai hal hal dasar dalam sudah dapat membuat diri kita dapat betah dan nyaman dengan prodi ini.   

Selasa, 08 Desember 2015

REVIEW TENTANG TRILOGI NOVEL " HIS DARK MATERIALS"

Pasti bertanya-tanya, mengapa memilih novel ini untuk dijadikan review.  Alasannya simple, novel ini adalah salah satu novel bergenre science fiction yang pernah aku baca dan menurutku ceritanya menarik karena banyak isilah-istilah baru, Salah satu contohnya, dalam salah satu novel ini membahas tentang partikel debu.  Genre-nya saja science fiction jadi nggak heran kalau banyak sekali istilah-istilah ilmiah dan menurutku meskipun novel ini merupakan novel anak-anak, tapi isinya terlalu berat jika dibaca anak-anak.  Tapi dijamin nggak akan menyesal kalau baca novel ini, karena alur ceritanya yang mengalir apa adanya.  Ini nih review tentang TRILOGI NOVEL " HIS DARK MATERIALS" :

His Dark Materials adalah trilogi novel fantasi karya pengarang Inggris Phillip Pullman, dimulai dari Northern Lights (1995 - diganti dengan The Golden Compass dalam edisi Amerika Utara), The Subtle Knife (1997), dan The Amber Spyglass (2000).
Di Indonesia, ketiga buku ini diterjemahkan sebagai Kompas Emas (November 2006), Pisau Gaib (Januari 2007), dan Teropong Cahaya (Februari 2007) oleh penerbit PT Gramedia Pustaka Utama.

SINOPSIS
THE GOLDEN COMPASS


Lyra Belacqua dan dæmonnya, Pantalaimon, yang tinggal di Akademi Jordan di Oxford dunianya, secara tidak sengaja mendengar informasi mengenai Debu, suatu partikel dasar yang dipercayai oleh Magisterium sebagai bentuk fisik Dosa Asal. Demi menguak rahasia Debu, Magisterium memerintahkan penculikan anak-anak oleh para Pelahap dan melakukan eksperimen mematikan di daratan beku Kutub Utara. Kala temannya, Roger Parslow, diculik, Lyra melakukan perjalanan untuk menyelamatkannya dari bahaya tersebut. Ia dibantu oleh seorang panserbjørne (beruang berbaju besi) bernama Iorek Byrnison, aeronaut dari Denmark Baru bernama Lee Scoresby, kaum Gipsi yang dikepalai John Faa serta Farder Coram, dan kaum Penyihir klan Danau Enara yang dipimpin oleh ratu Serafina Pekkala. Namun, setelah berjuang mati-matian dan menghadapi berbagai pertempuran, Roger tewas di tangan ayah Lyra, Lord Asriel, seorang ilmuwan yang berhasil membuat jembatan menembus dunia lain melalui Aurora, demi menghancurkan Debu. Lyra kemudian mengikuti jejak ayahnya bersama Pantalaimon, dengan tekad sebaliknya: menyelamatkan Debu.Namun dalam perjalannya ternyata Lyra menjumpai fakta bahwa Lor Asriel ternyata adalah ayah kandungnya dan Mrs Coulter adalah ibunya. Yang menurut Lyra bahwa kedua orang tuanya betindak sebagai penjahat, ketika Lyra tiba di kutub Utara ia hanya bersama Pantalaimon dan kedua orang tuanya telah menghilang entah kemana. Ketika itulah Lyra telah menyadari akan jati dirinya sebagai pembaca alethiometer yang akan sangat berpengaruh di dunia

THE SUBTLE KNIFE


Will Parry, bocah dari dunia kita yang berumur dua belas tahun, menemukan sebuah pintu menuju dunia Cittàgazze, dunia lain yang terkesan religius, setelah membunuh seorang pria demi melindungi ibunya, pengidap Skizofrenia. Di dunia tersebut ia bertemu dengan Lyra dan Pantalaimon, dan bersama-sama mereka menguak keberadaan instrumen berusia 300 th yang bisa membuka pintu menuju dunia-dunia, yaitu Pisau Gaib. Sewaktu mereka pergi ke Torre Degli Angeli untuk mengambil Pisau Gaib, tanpa sengaja Will menjadi sang Pembawa Pisau. Pisau Gaib diduga menjadi penyebab datangnya para Spectre, hantu pelahap jiwa orang dewasa. Suatu hari Lyra dan Will bertemu dengan para Penyihir dari dunia Lyra, dipimpin oleh Serafina Pekkala dan ratu Latvia, Ruta Skadi. Saat mereka melanjutkan perjalanan, Will bertemu ayahnya yang hilang, John Parry, yang ternyata terjebak di dunia Lyra dan dikenal sebagai Stanislaus Grumman, hanya untuk melihatnya dibunuh. Will lalu belajar bahwa klan Penyihir telah diserang Spectre, dan mengetahui bahwa Lyra diculik ibunya, Mrs. Coulter, agen Magisterium yang menyadari bahwa Lyra diramalkan sebagai Hawa yang baru. Ditemani oleh dua orang Malaikat, Will melanjutkan perjalanan ke dunia lain demi menyelamatkan Lyra dan menyerahkan pisau gaib pada ayah Lyra, Lord Asriel, demi menghancurkan OtoritasTuhan.

THE AMBER OF SPYGLASS


Will Parry berkelana menembus dunia-dunia untuk mencari Lyra, ditemani dua malaikat temannya, Baruch dan Balthamos. Sementara itu, Lord Asriel memulai perang terhadap Otoritas—dan Dr. Mary Malone tiba di sebuah dunia yang dihuni kawanan mulefa, sementara Magisterium mengirim pastor-pembunuh Pater Gomez. Ketika Will menemukan Lyra, dibantu oleh dua orang Gallivespia bernama Chevalier Tialys dan Lady Salmakia, berempat mereka menuju Dunia Kematian demi menyelamatkan Roger dan John Parry.

       Selain beberapa alasan sebelumya, ada banyak sekali hal-hal yang menarik, contohnya di novel The Amber Spyglass ada teknologi canggih.  Merupakan sebuah senjata yang bentuknya seperti bom, hanya dengan DNA, bom ini dapat mengejar korbannya sampai menembus dunia-dunia.  Pada novel The Amber Spyglass juga diperkenalkan sebuah pesawat canggih yang mempunyai energi potensial tinggi.  Jadi selamat membaca novel ini.  Semoga review nya bisa membantu...



 SOURCE : https://id.wikipedia.org/wiki/Kompas_Emas

Minggu, 11 Oktober 2015

CHAMPS MINGGU KE – 5 (Budaya khas Gresik)





            CHAMPS minggu ke-5 dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 10 Oktober 2015.  Namun saya dan beberapa teman-teman saya dari program studi teknik kimia tidak dapat mengikuti kegiatan CHAMPS dari awal karena kami mengikuti seminar “MELT IN ASEAN” yang dilaksanakan di PENS  Surabaya.  Saya dan teman-teman yang mengikuti seminar telah mendapat surat ijin untuk mengikuti seminar.  Saya dan teman teman saya datang ke CHAMPS sekitar pukul 18.20.  Karena saya dan beberapa teman saya tidak membawa motor maka kami berlari dari gerbang sampai ke lapangan parkir karena takut terlambat dan gelap.  Untung saja kami dapat menyusul teman saya yang membawa motor, sehingga dapat berjalan bersama-sama menuju lapangan parkir UISI.  Kali ini saya kana menceritakan beberapa budaya khas Gresik yang saya ketahui.
            Banyak sekali budaya khas Gresik yang harus diketahui masyarakat luar Gresik seperti tradisi pasar bandeng.  Tradisi pasar bandeng di  Gresik merupakan tradisi yang dilakukan untuk menyambut hari raya idul fitri.  Dimana dilakukan pada dua malam terakhir sebelum malam takbiran dengan tujuan untuk menyambut malam takbiran atau untuk memeriahkan hari kemenangan agama islam (hari raya idul fitri).  Pasar  bandeng dilakukan sebagai wujud rasa syukur atas keberhasilan mereka dalam menjalankan ibadah puasa, sekaligus menunjukkan kepawaian dalam bidang pertambakan ikan bandeng dan juga untuk mengingat adat dan melestarikan budaya agar tidak hilang digerogoti waktu.  Hingga pada hari itu, tak heran banyak orang tumpah ruah menikmati kemeriahan pasar bandeng.  Bagi yang membawah kendaraan harap bersabar dan yang berjalan kaki harap berhati- hati.  Dengan kepadatan seperti itu, masyarakat tetep andil dalam perayaan.
 Tidak hanya masyarakat Gresik saja yang ikut serta memeriahkan tetapi juga dari berbagai kota yang berdekatan dengan kota Gresik  terutama Sidoarjo, Lamongan,  dan Mojokerto serta daerah yang lainnya. Karena banyaknya orang yang simpatik, tempat pelaksanaan pasar bandeng ini diperpanjang dari Jl. Samanhudi, Jl. Gubenur Suryo, Jl. Santri dan Jl. Basuki Rachmat. Awalnya sebelum diperpanjang hanya dimulai dari  Jl. Gubenur Suryo memanjang ke alun- alun kota. Maka jangan heran jika kita ingin merasakan pasar bandeng gresik kita harus rela bersenggol- senggol ria dengan pengunjung yang lainnya. Namun itu tidak akan dapat mengundurkan niat masyarakat.  Gresik adalah kota padat industri tak jarang banyak orang bilang bahwa di Gresik udara nya sangat panas, dan di saat ini Gresik juga sedang proses pembuatan Pelabuhan Internasional.  Selain kota industri Gresik juga dikenal sebagai kota pudak dan kota santri.
Ada satu lagi ciri khas dari kota Gresik yaitu dammar kurung.  Damar Kurung adalah suatu karya seni berupa lentera atau di masyarakat lebih dikenal dengan nama Lampion yang dapat dikatakan Sebagai Lampion Indonesia. Didunia hanya beberapa Negara saja yang memiliki tradisi, bentuk yang khas dari sebuah lentera sendiri seperti China, Jepang dan Indonesia. 
Sekian cerita saya tentang beberapa budaya khas kota Gresik yang saya ketahui.  Dan sebagai kaum muda kita harus melestarikan serta memperkenalkan budaya dan tradisi kota Gresik supaya kota Gresik lebih dikenal lagi seperti kota-kota lain.


Minggu, 04 Oktober 2015

CHAMPS Pertemuan ke-4 (Pengabdian Masyarakat)

            Pada hari Sabtu, tanggal 3 Oktober 2015 kemarin CHAMPS dilaksanakan kembali.  Ini adalah pertemuan ke-4.  CHAMPS kemarin, berbeda dengan CHAMPS yang sebelumnya karena berlangsung di Alun-Alun Gresik.  Tema CHAMPS kemarin adalah pengabdian masyarakat.  Atribut yang digunakan pada hari itu adalah kaos IO warna merah dan training panjang warna hitam.  Penugasan yang harus dibawa kemarin adalah membawa snack sepatu kering, aqua 1,5 liter, pocari sweat tanggung 500 ml dan sari roti sobek isi tanah liat.
            Kegiatan dimulai pada pukul 06.00.  Namun, saya dan kedua teman saya Ufi dan Dyah datang sekitar 05.55.  Kami berniat pergi ke Alun-Alun Gresik dengan  naik angkutan warna merah, tetapi setelah kami berjalan sampai di perempatan Hypermart tetap saja tidak ada angkutan warna merah yang lewat.  Melihat waktu sudah hamper mendekati pukul 6 pagi.  Kami pun memutuskan untuk menaiki becak, karena hanya ada satu becak dengan terpaksa kami bertiga menaikinya daripada datang terlambat.  Saya duduk dibagian tengah, diapit oleh Dyah dan Ufi.  Dapat dibayangkan betapa malunya kami bertiga saat menyusuri jalanan menuju ke Alun-Alun.  Tidak jarang banyak pengguna jalan yang melirik kami dan terlihat heran.  Setelah beberapa menit kami sampai, namun kami memutuskan untuk turun agak jauh dari Alun-Alun karena sedikit malu.
       Saat saya datang, semua kelompok sudah berbaris.  Akhirnya saya menemukan barisan kelompok saya, kelompok Bugis.  Saya bersyukur saya tidak datang terlambat.  Ada beberapa teman saya yang ada ID cardnya diambil karena datang terlambat.  Kegiatan CHAMPS dimulai dengan pembacaan yel-yel.  Dilanjutkan dengan pengecekan penugasan dan mengumpulkan sari roti dan snack sus kering.  Kemudian dilanjutkan dengan kegiatan senam pagi.  Setelah selesai senam pagi, kami dibagi trash bag yang akan digunakan utuk memunguti sampah di sekitar Alun-Alun Gresik.  Kelompok Bugis mendapat area di bagian trotoar.  Saat memunguti sampah, saya sedikit kaget dengan keadaan alun-alun yang dipenuhi sampah dan bau yang tidak sedap dimana-mana.
        Setelah selesai memunguti sampah, saya dan seluruh peserta CHAMPS melaksanakan coffee break.  Kemudian dilanjutkan dengan diskusi tentang keadaan Alun-Alun Gresik.  Secara garis besar, kesimpulan dari hasil diskusi kemarin antara lain seharusnya tidak ada penjual yang berdagang di area alun-alun, karena telah disediakan tempat untuk berjualan.  Kemudian, di alun-alun Gresik ini masih sering dijumpai pengemis yang berkeliaran di area alun-alun.  Perawatan tanaman pun juga harus lebih ditingkatkan karena banyak tanaman yang tidak terurus.  Serta kurangnya fasilitas toilet umum di area alun-alun.  Diskusi ini berlangsing hingga pukul 08.25.
          Setelah diskusi selesai, kegiatan dilanjutkan dengan acara games.  Banyak hal unik yang terjadi seperti saat break clap dan chicken dance.  Pembacaan penugasan untuk pertemuan selanjutnya dibacakan.  Sebelum pulang kami semua diwajibkan berkumpul degan PJK masing-masing sambil membahas tentang penugasan untuk pertemuan selanjutnya.  Tidak lupa kami kelompok Bugis melakukan foto bersama sebelum kembali ke rumah masing-masing.


Senin, 28 September 2015

CHAMPS Pertemuan ke-3 (Communication Skill)

            CHAMPS minggu ke-3 kemarin diadakan pada tanggal 27 September 2015, tepatnya hari Minggu.  Kegiatan CHAMPS pada minggu ini dimundurkan yang seharusnya dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 26 September 2015.  CHAMPS hari itu dimulai pada pukul 07.15.  Pada jam tersebut kami semua diwajibkan berkumpul di lapangan parkir sesuai dengan kelompok masing-masing.  Sebelum berkumpul, saya dan teman-teman sekelompok menunggu teman saya, Firdaus.  Untuk membantu membawakan nasi, karena dia yang bertugas mengkoordinir makanan untuk kelompok saya, kelompok Bugis.
Setelah itu saya dan anggota kelompok lain berjalan menuju lapangan parkir.  Saya dan teman saya sempat kebingungan mencari papan nama kelompok Bugis, karena yang membawa bukan kak Wafiq dan kak Andry, melainkan kak Eno.  Ternyata kakak pjk kami sedang berhalangan hadir.  Selesai melakukan absen, diketahui ternyata ada 4 anggota kelompok kami yang tidak masuk.  Kemudian acara selanjutnya adalah pengecekan penugasan dan atribut,  kelompok saya benar semua kecuali ketan mumi.  Kelompok saya membawa lepet padahal yang dimaksud panitia adalah lemper.  Selesai dilakukan pengecekan, dilanjutkan pemberian materi “Communication Skill” di kelas-kelas.
Di sini kami diinformasikan tentang bagaimana cara berkomunikasi secara efektif, maksudnya adalah informasi yang disampaikan mudah dimengerti dan dapat dilaksanakan oleh pihak yang diajak berkomunikasi.  Komunikasi adalah proses pertukaran informasi antara kedua belah pihak dengan perantara media.  Fungsi komunikasi adalah dapat membina kepercayaan.  Mengkoordinir tindakan, merencanakan strategi, dan melakukan pembagian pekerjaan.  Beberapa hambatan dalam  komunikasi adalah latar belakang, bahasa, sikap, waktu, dan lingkungan. Tahapan komunikasi public adalah start of fire, build a bridge, for instance, dan so what.
Setelah materi selesai, kami diberi games oleh kakak panitia yaitu games tebak orang dan games selingan, kami kelompok Bugis berhasil menebak 3 orang dengan benar.  Kemudian acara dilanjutkan dengan debat, kelompok kami mendapat materi tentang “Reklamasi Teluk Benoa” dan kami mendapatkan kontra.  Kami melakukan debat dengan kelompok Sasak.
Debat pun selesai dan dilanjutkan orasi di lapangan parkir.  Karena waktu tidak cukup, maka kelompok saya tidak dapat melakukan orasi.  Kelompok saya mendapatkan tambahan poin karena poster kami menjadi juara 2.  Dan untuk masalah lepet, kesalahan kami dianulir dan dianggap benar.  Kemudian pembacaan penugasan untuk minggu depan dan evaluasi.  Setelah itu kami diperbolehkan untuk pulang.

Minggu, 20 September 2015

Peran dan Fungsi Mahasiswa (CHAMPS 2015 minggu ke-2)


                Pada kegiatan CHAMPS 2015 pertemuan ke-2 kemarin, yaitu hari Sabtu tanggal 19 September 2015.  Seperti pada pertemuan ke-1 saya dan semua mahasiswa baru masuk pukul 07.00 WIB dengan membawa segala penugasan dan mengenakan atribut yang telah ditentukan.  Susunan kegiatan pada hari itu hampir sama namun ada yang berbeda.   Pada sabtu kemarin kami diberikan 3 materi yang berbeda yaitu tentang good attitude, kriteria mahasiswa, dan unity in diversity.  Namun pada kesempatan kali ini saya akan menceritakan secara garis besar tentang peran dan fungsi seorang mahasiswa, seperti yang telah saya terima kemarin saat CHAMPS pertemuan ke-2.
                Seperti yang kita ketahui kata ‘Mahasiswa’ untuk sebagian orang memiliki arti yaitu seseorang yang sedang mengenyam pedidikan di perguruan tinggi.  Pengertian ini tidak seluruhnya salah, tetapi itu merupakan pengertian mahasiswa dalam arti sederhana.   Sebenarnya kata ‘Mahasiswa’ memiliki makna yang lebih kompleks.  Menjadi seorang mahasiswa tidak semudah seperti yang kita bayangkan saat SMA, bahwa menjadi seorang mahasiswa kita memiliki banyak waktu untuk bersantai.  Semua itu salah, pada kenyataannya menjadi seorang mahasiswa yang berarti juga menyandang gelar mahasiswa menjadi suatu kebanggaan dan tantangan tersendiri.  Mengapa? Karena seorang mahasiswa memiliki tanggung jawab yang besar antara lain kepada agama, nusa bangsa, serta kepada keluarganya.  Sebenarnya pengertian mahasiswa adalah seorang agen pembawa perubahan yang dapat memberikan solusi yang tepat bagi permasalahan yang sedang dihadapi oleh suatu masyarakat di belahan dunia manapun.
                Dan sebagai mahasiswa kita memiliki peran dan fungsi.  Pertama, Iron stock adalah sumber daya manusia dari seorang mahasiswa itu tidak akan pernah habis maksudnya mahasiswa adalah seorang calon pemimpin masa depan yang akan menggantikan generasi-generasi sebelumnya yang telah ada.  Maka dari itu mahsiswa juga perlu mengasah soft skill seperti leadership, serta kemampuan dalam memanajemen suatu masalah dengan baik dan memberikan solusi untuk masalah tersebut.  Kedua, Agent of Change adalah mahasiswa adalah agen perubahan baik untuk nusa dan bangsa maupun dunia global.  Mahasiswa bukan hanya seorang penggagas perubahan tetapi juga sebagai pelaku terciptanya suatu perubahan. 
 Ketiga, Guardian force adalah mahasiswa berperan sebagai penjaga nilai-nilai di masyarakat.  Maksudnya, mahasiswa sebagai penyampai, dan penjaga nilai-nilai kebenaran mutlak dimana nilai tersebut didapatkan berdasarkan ilmu yang dimiliki mahasiswa.  Keempat, Social Control adalah mahasiswa sebagai pengontrol kehidupan sosial di masyarakat.  Maksudnya apabila terjadi hal yang kurang tepat dan tidak berpihak pada masyarkat misalnya.  Namun, hal ini terkadang disalah artikan.  Padahal untuk menyampaikan aspirasi tidak harus dilakukan dengan demo yang pada akhirnya akan menyebabkan kericuhan.  Masih banyak cara yang dapat dilakukan seperti melalui diskusi-diskusi.  Kelima, Moral force yaitu mahasiswa adalah kumpulan orang yang baik.  Moral force atau kekuatan moral adalah fungsi yang utama dalam peran mahasiswa dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.  Mahasiswa dituntut untuk dapat memberikan contoh dan teladan yang baik bagi masyarakat karena mahasiswa merupakan bagian dari masyarakat sebagai orang terpelajar yang dapat menempuh pendidikan di perguruan tinggi.
Selain itu, berdasarkan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang merupakan tiga pilar dasar pola pikir dan menjadi kewajiban mahasiswa sebagai kaum intelektual  meliputi, antara lain pendidikan artinya mahasiswa sebagai kaum intelektual wajib meningkatkan mutu diri secara khusus agar mutu bangsa pun meningkat melalui ilmu yang dipelajari atau bidang keilmuan tertentu.   Penelitian dan pengembangan artinya ilmu yang dikuasai melalui proses pendididkan di perguruan tinggi harus di implementasikan dan diterapkan.  Pengabdian pada masyarakat artinya mahasiswa berperan untuk membela kepentingan masyarakat dengan cara menjunjung tinggi nilai-nilai luhur pendidikan.
Itulah garis besar dari salah satu materi yang telah saya terima kemarin saat mengikuti kegiatan CHAMPS 2015 pertemuan ke-2.  Saya menjadi paham tentang peran dan fungsi saya sebagai mahasiswa.  Bahwa mahasiswa merupakan harapan untuk majunya suatu bangsa.  Seorang mahasiswa tidak hanya berpikir untuk dirinya sendiri tetapi untuk kepentingan bangsa dan negaranya juga.