Pada kegiatan CHAMPS 2015
pertemuan ke-2 kemarin, yaitu hari Sabtu tanggal 19 September 2015. Seperti pada pertemuan ke-1 saya dan semua
mahasiswa baru masuk pukul 07.00 WIB dengan membawa segala penugasan dan
mengenakan atribut yang telah ditentukan.
Susunan kegiatan pada hari itu hampir sama namun ada yang berbeda. Pada sabtu kemarin kami diberikan 3 materi
yang berbeda yaitu tentang good attitude,
kriteria mahasiswa, dan unity in
diversity. Namun pada kesempatan kali
ini saya akan menceritakan secara garis besar tentang peran dan fungsi seorang
mahasiswa, seperti yang telah saya terima kemarin saat CHAMPS pertemuan ke-2.
Seperti
yang kita ketahui kata ‘Mahasiswa’ untuk sebagian orang memiliki arti yaitu
seseorang yang sedang mengenyam pedidikan di perguruan tinggi. Pengertian ini tidak seluruhnya salah, tetapi
itu merupakan pengertian mahasiswa dalam arti sederhana. Sebenarnya kata ‘Mahasiswa’ memiliki makna
yang lebih kompleks. Menjadi seorang
mahasiswa tidak semudah seperti yang kita bayangkan saat SMA, bahwa menjadi
seorang mahasiswa kita memiliki banyak waktu untuk bersantai. Semua itu salah, pada kenyataannya menjadi
seorang mahasiswa yang berarti juga menyandang gelar mahasiswa menjadi suatu
kebanggaan dan tantangan tersendiri.
Mengapa? Karena seorang mahasiswa memiliki tanggung jawab yang besar
antara lain kepada agama, nusa bangsa, serta kepada keluarganya. Sebenarnya pengertian mahasiswa adalah
seorang agen pembawa perubahan yang dapat memberikan solusi yang tepat bagi
permasalahan yang sedang dihadapi oleh suatu masyarakat di belahan dunia
manapun.
Dan
sebagai mahasiswa kita memiliki peran dan fungsi. Pertama, Iron
stock adalah sumber daya manusia dari seorang mahasiswa itu tidak akan
pernah habis maksudnya mahasiswa adalah seorang calon pemimpin masa depan yang
akan menggantikan generasi-generasi sebelumnya yang telah ada. Maka dari itu mahsiswa juga perlu mengasah soft skill seperti leadership, serta kemampuan dalam memanajemen suatu masalah dengan baik
dan memberikan solusi untuk masalah tersebut.
Kedua, Agent of Change adalah
mahasiswa adalah agen perubahan baik untuk nusa dan bangsa maupun dunia
global. Mahasiswa bukan hanya seorang
penggagas perubahan tetapi juga sebagai pelaku terciptanya suatu
perubahan.
Ketiga, Guardian
force adalah mahasiswa berperan sebagai penjaga nilai-nilai di masyarakat. Maksudnya, mahasiswa sebagai penyampai, dan
penjaga nilai-nilai kebenaran mutlak dimana nilai tersebut didapatkan
berdasarkan ilmu yang dimiliki mahasiswa. Keempat, Social
Control adalah mahasiswa sebagai pengontrol kehidupan sosial di
masyarakat. Maksudnya apabila terjadi
hal yang kurang tepat dan tidak berpihak pada masyarkat misalnya. Namun, hal ini terkadang disalah
artikan. Padahal untuk menyampaikan
aspirasi tidak harus dilakukan dengan demo yang pada akhirnya akan menyebabkan
kericuhan. Masih banyak cara yang dapat
dilakukan seperti melalui diskusi-diskusi.
Kelima, Moral force yaitu
mahasiswa adalah kumpulan orang yang baik.
Moral force atau kekuatan
moral adalah fungsi yang utama dalam peran mahasiswa dalam kehidupan berbangsa
dan bernegara. Mahasiswa dituntut untuk
dapat memberikan contoh dan teladan yang baik bagi masyarakat karena mahasiswa
merupakan bagian dari masyarakat sebagai orang terpelajar yang dapat menempuh
pendidikan di perguruan tinggi.
Selain itu,
berdasarkan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang merupakan tiga pilar dasar pola pikir
dan menjadi kewajiban mahasiswa sebagai kaum intelektual meliputi, antara lain pendidikan artinya
mahasiswa sebagai kaum intelektual wajib meningkatkan mutu diri secara khusus
agar mutu bangsa pun meningkat melalui ilmu yang dipelajari atau bidang
keilmuan tertentu. Penelitian dan
pengembangan artinya ilmu yang dikuasai melalui proses pendididkan di perguruan
tinggi harus di implementasikan dan diterapkan.
Pengabdian pada masyarakat artinya mahasiswa berperan untuk membela
kepentingan masyarakat dengan cara menjunjung tinggi nilai-nilai luhur
pendidikan.
Itulah garis
besar dari salah satu materi yang telah saya terima kemarin saat mengikuti
kegiatan CHAMPS 2015 pertemuan ke-2.
Saya menjadi paham tentang peran dan fungsi saya sebagai mahasiswa. Bahwa mahasiswa merupakan harapan untuk
majunya suatu bangsa. Seorang mahasiswa
tidak hanya berpikir untuk dirinya sendiri tetapi untuk kepentingan bangsa dan
negaranya juga.