Berbicara
tentang kondisi mahasiswa UISI saat ini, menurut saya ini merupakan topik yang
cukup sulit. Mengapa? Karena saya
bingung harus membandingkan atau menilai seperti apa. Karena penilain setiap orang itu relatif. Tetapi saat ini saya akan berbicara masalah
tata cara berpakaian mahasiswa UISI terlebih dahulu. Setelah saya berkuliah di
UISI kurang lebih 4 bulan, saya dapat menilai bahwa tata cara berpakaian
mahasiswa UISI lebih sopan dan rapi layaknya mahasiswa yang ingin menimba ilmu.
Ditambah lagi dengan jumlah
mahasiswa yang terbilang sedikit daripada universitas lain, kondisi ini membuat
mahasiswa UISI lebih mudah untuk akrab dan mengenal satu sama lain baik dari
SI1, SI2 maupun SI3. Tentunya hal ini
menguntungkan, karena menciptakan rasa solidaritas dan kekompakkan antar
mahasiswa dapat terjalin supaya dapat bersinergi dalam memajukan UISI. Di sisi lain terdapat kerugiannya, contohnya
saya dari jurusan Teknik Kimia yang merupakan angkatan pertama merasa kesulitan
saat mencari literatur atau referensi untuk jurnal dan laporan praktikum. Berbeda dengan teman-teman saya yang
berkuliah di universitas lain yang dapat meminjam dari mahasiswa angkatan
sebelumnya.
Menurut saya, mahasiswa UISI saat ini masih merasa kurang percaya diri apabila disandingkan dengan mahasiswa dari universitas ternama. Mungkin karena UISI merupakan universitas baru. Namun, belum tentu mahasiswa dari universitas yang baru didirikan kalah saing dari mahasiswa universitas lain. Apalagi metode perkuliahan yang dijalani mahasiswa UISI memungkinkan untuk lebih focus dalam perkuliahan, karena jumlah mahasiswa tiap kelas tidak lebih dari 30 orang. Sedangkan beberapa universitas masih menggunakan ruangan sebesar aula untuk perkuliahan. Maka dari itu dapat saya simpulkan bahwa mahasiswa UISI merupakan mahasiswa yang memiliki sopan santun, memiliki rasa solidaritas antar sesame, cerdas dan berakhlak.
Menurut saya, mahasiswa UISI saat ini masih merasa kurang percaya diri apabila disandingkan dengan mahasiswa dari universitas ternama. Mungkin karena UISI merupakan universitas baru. Namun, belum tentu mahasiswa dari universitas yang baru didirikan kalah saing dari mahasiswa universitas lain. Apalagi metode perkuliahan yang dijalani mahasiswa UISI memungkinkan untuk lebih focus dalam perkuliahan, karena jumlah mahasiswa tiap kelas tidak lebih dari 30 orang. Sedangkan beberapa universitas masih menggunakan ruangan sebesar aula untuk perkuliahan. Maka dari itu dapat saya simpulkan bahwa mahasiswa UISI merupakan mahasiswa yang memiliki sopan santun, memiliki rasa solidaritas antar sesame, cerdas dan berakhlak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar