Rabu, 23 Desember 2015

UISI, 5 Tahun Mendatang

           Saat pertama kali mendengar kata UISI (Universitas Internasional Semen Indonesia) banyak sekali pertanyaan yang  terlintas dipikiran, universitas baru? Dimana?.  Bahkan saat akan mendaftar untuk menjadi mahasiswa baru pun, saya masih diliputi rasa bimbang.  Karena UISI dapat dikatakan merupakan universitas baru yang belum memiliki akreditasi.  Banyak sekali hal-hal yang sempat membuat saya ragu untuk menjadi mahasiswa di UISI.  Namun setelah melihat beberapa artikel tentang STIMSI, nama yang sebelumnya dipakai sebelum menggunakan nama UISI.  Beberapa hal membuat saya yakin karena UISI merupakan suatu corporate university yang dikelola oleh salah satu perusahaan BUMN yaitu PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk.
            Sebagai universitas yang terbilang baru, tentunya banyak sekali hal-hal yang harus diperbaiki, seperti sarana dan prasarana.  Hal ini dapat dimaklumi, tetapi bukan berarti kekurangan ini dibiarkan saja.  Contoh sarana dan prasarana yang menurut pendapat saya harus segera dibenahi adalah lahan parkir.  Mengapa lahan parkir? Lahan parkir yang tersedia saat ini dapat dikatakan cukup memprihatinkan, karena apabila turun hujan maka kendaraan bermotor yang terpakir dan helm akan basah. 
            Karena merupakan unversitas baru, tidak heran masih banyak orang di luar sana yang belum mengetahui tentang UISI.  Bahkan apabila saya ditanya, kuliah dimana? Saat saya menjawab UISI, kebanyakan orang justru kaget dan berkata “memangnya ada ya?”.  Hal ini membuat saya memiliki keinginan untuk memajukan Universitas Internasional Semen Indonesia, supaya lebih diketahui oleh masyarakat luas.  Harapan saya  tentang UISI 5 tahun kedepan adalah semoga UISI menjadi salah satu universitas terbaik yang ada di dalam negeri maupun internasional.  Serta memiliki lebih banyak lagi mahasiswa dari seluruh nusantara bahkan dunia.  Dan yang paling penting adalah semoga  UISI telah memiliki akreditasi dari BAN-PT.



Rabu, 16 Desember 2015

teknik kimia

                Dari dahulu saya sudah berkeinginan untuk berkuliah di jurusan teknik kimia.  Maka dari itu saya sejak duduk di Sekolah Menengah Atas, selalu berusaha untuk mendapatkan nilai yang bagus di pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam.  Akhirnya impian saya terwujud, saya telah menjadi mahasiswa Teknik Kimia UISI. Pada awalnya saya mengira bahwa prodi ini adalah prodi yang banyak memepekajari ilmu kimia.  Padahal dalam teknik kimia yang paking banyak dipelajari adakah ikmu fisika.  Serta sebagai seseorang yang belajar di prodi teknik kimia harus memiliki berbagai ide yang kreatif dalam memecahkan suatu masalah yang terjadi.   
                Selama beberapa bulan saya berkuliah, saya merasakan bahwa menjadi mahasiswa teknik memang tidak semudah apa yang saya bayangkan.  Apalagi bila dibandingkan dengan mahasiswa di FTV, yang sepertinya menjadi mahasiswa itu mudah, yang penting hadir.  Di teknik kimia memang ada mata kuliah fisika disarm, proses perpindahan(transfer momentum panas dan masa), termodinamika.  Sebenarnya, tidak perlu jago dalam fisika yang penting adalah menguasai hal hal dasar dalam sudah dapat membuat diri kita dapat betah dan nyaman dengan prodi ini.   

Selasa, 08 Desember 2015

REVIEW TENTANG TRILOGI NOVEL " HIS DARK MATERIALS"

Pasti bertanya-tanya, mengapa memilih novel ini untuk dijadikan review.  Alasannya simple, novel ini adalah salah satu novel bergenre science fiction yang pernah aku baca dan menurutku ceritanya menarik karena banyak isilah-istilah baru, Salah satu contohnya, dalam salah satu novel ini membahas tentang partikel debu.  Genre-nya saja science fiction jadi nggak heran kalau banyak sekali istilah-istilah ilmiah dan menurutku meskipun novel ini merupakan novel anak-anak, tapi isinya terlalu berat jika dibaca anak-anak.  Tapi dijamin nggak akan menyesal kalau baca novel ini, karena alur ceritanya yang mengalir apa adanya.  Ini nih review tentang TRILOGI NOVEL " HIS DARK MATERIALS" :

His Dark Materials adalah trilogi novel fantasi karya pengarang Inggris Phillip Pullman, dimulai dari Northern Lights (1995 - diganti dengan The Golden Compass dalam edisi Amerika Utara), The Subtle Knife (1997), dan The Amber Spyglass (2000).
Di Indonesia, ketiga buku ini diterjemahkan sebagai Kompas Emas (November 2006), Pisau Gaib (Januari 2007), dan Teropong Cahaya (Februari 2007) oleh penerbit PT Gramedia Pustaka Utama.

SINOPSIS
THE GOLDEN COMPASS


Lyra Belacqua dan dæmonnya, Pantalaimon, yang tinggal di Akademi Jordan di Oxford dunianya, secara tidak sengaja mendengar informasi mengenai Debu, suatu partikel dasar yang dipercayai oleh Magisterium sebagai bentuk fisik Dosa Asal. Demi menguak rahasia Debu, Magisterium memerintahkan penculikan anak-anak oleh para Pelahap dan melakukan eksperimen mematikan di daratan beku Kutub Utara. Kala temannya, Roger Parslow, diculik, Lyra melakukan perjalanan untuk menyelamatkannya dari bahaya tersebut. Ia dibantu oleh seorang panserbjørne (beruang berbaju besi) bernama Iorek Byrnison, aeronaut dari Denmark Baru bernama Lee Scoresby, kaum Gipsi yang dikepalai John Faa serta Farder Coram, dan kaum Penyihir klan Danau Enara yang dipimpin oleh ratu Serafina Pekkala. Namun, setelah berjuang mati-matian dan menghadapi berbagai pertempuran, Roger tewas di tangan ayah Lyra, Lord Asriel, seorang ilmuwan yang berhasil membuat jembatan menembus dunia lain melalui Aurora, demi menghancurkan Debu. Lyra kemudian mengikuti jejak ayahnya bersama Pantalaimon, dengan tekad sebaliknya: menyelamatkan Debu.Namun dalam perjalannya ternyata Lyra menjumpai fakta bahwa Lor Asriel ternyata adalah ayah kandungnya dan Mrs Coulter adalah ibunya. Yang menurut Lyra bahwa kedua orang tuanya betindak sebagai penjahat, ketika Lyra tiba di kutub Utara ia hanya bersama Pantalaimon dan kedua orang tuanya telah menghilang entah kemana. Ketika itulah Lyra telah menyadari akan jati dirinya sebagai pembaca alethiometer yang akan sangat berpengaruh di dunia

THE SUBTLE KNIFE


Will Parry, bocah dari dunia kita yang berumur dua belas tahun, menemukan sebuah pintu menuju dunia Cittàgazze, dunia lain yang terkesan religius, setelah membunuh seorang pria demi melindungi ibunya, pengidap Skizofrenia. Di dunia tersebut ia bertemu dengan Lyra dan Pantalaimon, dan bersama-sama mereka menguak keberadaan instrumen berusia 300 th yang bisa membuka pintu menuju dunia-dunia, yaitu Pisau Gaib. Sewaktu mereka pergi ke Torre Degli Angeli untuk mengambil Pisau Gaib, tanpa sengaja Will menjadi sang Pembawa Pisau. Pisau Gaib diduga menjadi penyebab datangnya para Spectre, hantu pelahap jiwa orang dewasa. Suatu hari Lyra dan Will bertemu dengan para Penyihir dari dunia Lyra, dipimpin oleh Serafina Pekkala dan ratu Latvia, Ruta Skadi. Saat mereka melanjutkan perjalanan, Will bertemu ayahnya yang hilang, John Parry, yang ternyata terjebak di dunia Lyra dan dikenal sebagai Stanislaus Grumman, hanya untuk melihatnya dibunuh. Will lalu belajar bahwa klan Penyihir telah diserang Spectre, dan mengetahui bahwa Lyra diculik ibunya, Mrs. Coulter, agen Magisterium yang menyadari bahwa Lyra diramalkan sebagai Hawa yang baru. Ditemani oleh dua orang Malaikat, Will melanjutkan perjalanan ke dunia lain demi menyelamatkan Lyra dan menyerahkan pisau gaib pada ayah Lyra, Lord Asriel, demi menghancurkan OtoritasTuhan.

THE AMBER OF SPYGLASS


Will Parry berkelana menembus dunia-dunia untuk mencari Lyra, ditemani dua malaikat temannya, Baruch dan Balthamos. Sementara itu, Lord Asriel memulai perang terhadap Otoritas—dan Dr. Mary Malone tiba di sebuah dunia yang dihuni kawanan mulefa, sementara Magisterium mengirim pastor-pembunuh Pater Gomez. Ketika Will menemukan Lyra, dibantu oleh dua orang Gallivespia bernama Chevalier Tialys dan Lady Salmakia, berempat mereka menuju Dunia Kematian demi menyelamatkan Roger dan John Parry.

       Selain beberapa alasan sebelumya, ada banyak sekali hal-hal yang menarik, contohnya di novel The Amber Spyglass ada teknologi canggih.  Merupakan sebuah senjata yang bentuknya seperti bom, hanya dengan DNA, bom ini dapat mengejar korbannya sampai menembus dunia-dunia.  Pada novel The Amber Spyglass juga diperkenalkan sebuah pesawat canggih yang mempunyai energi potensial tinggi.  Jadi selamat membaca novel ini.  Semoga review nya bisa membantu...



 SOURCE : https://id.wikipedia.org/wiki/Kompas_Emas