Kegiatan dimulai pada pukul
06.00. Namun, saya dan kedua teman saya
Ufi dan Dyah datang sekitar 05.55. Kami
berniat pergi ke Alun-Alun Gresik dengan naik angkutan warna merah, tetapi setelah kami
berjalan sampai di perempatan Hypermart tetap saja tidak ada angkutan warna
merah yang lewat. Melihat waktu sudah hamper
mendekati pukul 6 pagi. Kami pun memutuskan
untuk menaiki becak, karena hanya ada satu becak dengan terpaksa kami bertiga
menaikinya daripada datang terlambat. Saya
duduk dibagian tengah, diapit oleh Dyah dan Ufi. Dapat dibayangkan betapa malunya kami bertiga
saat menyusuri jalanan menuju ke Alun-Alun.
Tidak jarang banyak pengguna jalan yang melirik kami dan terlihat
heran. Setelah beberapa menit kami
sampai, namun kami memutuskan untuk turun agak jauh dari Alun-Alun karena
sedikit malu.
Saat saya datang, semua kelompok
sudah berbaris. Akhirnya saya menemukan
barisan kelompok saya, kelompok Bugis. Saya
bersyukur saya tidak datang terlambat. Ada
beberapa teman saya yang ada ID cardnya diambil karena datang terlambat. Kegiatan CHAMPS dimulai dengan pembacaan
yel-yel. Dilanjutkan dengan pengecekan
penugasan dan mengumpulkan sari roti dan snack sus kering. Kemudian dilanjutkan dengan kegiatan senam
pagi. Setelah selesai senam pagi, kami
dibagi trash bag yang akan digunakan
utuk memunguti sampah di sekitar Alun-Alun Gresik. Kelompok Bugis mendapat area di bagian
trotoar. Saat memunguti sampah, saya
sedikit kaget dengan keadaan alun-alun yang dipenuhi sampah dan bau yang tidak
sedap dimana-mana.
Setelah selesai memunguti sampah,
saya dan seluruh peserta CHAMPS melaksanakan coffee break. Kemudian dilanjutkan
dengan diskusi tentang keadaan Alun-Alun Gresik. Secara garis besar, kesimpulan dari hasil
diskusi kemarin antara lain seharusnya tidak ada penjual yang berdagang di area
alun-alun, karena telah disediakan tempat untuk berjualan. Kemudian, di alun-alun Gresik ini masih
sering dijumpai pengemis yang berkeliaran di area alun-alun. Perawatan tanaman pun juga harus lebih
ditingkatkan karena banyak tanaman yang tidak terurus. Serta kurangnya fasilitas toilet umum di area
alun-alun. Diskusi ini berlangsing
hingga pukul 08.25.
Setelah diskusi selesai, kegiatan
dilanjutkan dengan acara games. Banyak hal
unik yang terjadi seperti saat break clap dan chicken dance. Pembacaan penugasan untuk pertemuan
selanjutnya dibacakan. Sebelum pulang
kami semua diwajibkan berkumpul degan PJK masing-masing sambil membahas tentang
penugasan untuk pertemuan selanjutnya. Tidak
lupa kami kelompok Bugis melakukan foto bersama sebelum kembali ke rumah
masing-masing.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar