Selasa, 17 Mei 2016

LKMM Pra TD Gelombang I

Pada hari Sabtu dan Minggu tanggal 14 dan 15 Mei 2016, saya beserta mahasiswa SI 3 yang lain mengikuti kegiatan LKMM Pra TD gelombang I.  Acara tersebut bertujuan untuk membentuk  mahasiswa yang mandiri, solutif, aktif dan kreatif. Kegiatan tersebut berlangsung di gedung PPS PT. Semen Gresik (Persero) Tbk dimulai pukul 07.00-17.00.
                Kegiatan LKMM Pra TD memberikan banyak sekali materi yang berguna bagi pembentukan jati diri seorang mahasiswa untuk berkontribusi sesuai perannya.   Pada hari pertama, kami mendapatkan materi tentang  persepsi, berpikir kritis, mendengar aktif, proses komunikasi, dan AKU (Ambisi Kenyataan Usaha).  Sedangkan pada hari kedua sasaran, resiko, konsekuensi; Pengembangan; dan Peran dan Fungsi Mahasiswa.
                Salah satu materi terfavorit saya adalah tentang  AKU.  Berdasarkan LKMM Pra TD kemarin saya menjadi paham bahwa apabila kita memiliki suatu ambisi maka kita harus terus berusaha meskipun terdapat kenyataan di sekitar kita yang mendukung atau tidak.  Yang terpenting adalah tidak pernah menyerah terhadap kenyataan yang tidak mendukung ambisi kita.

                Kesan saya selama mengikuti kegiatan ini adalah saya mendapatkan banyak sekali hal yang bermanfaat untuk mengenali potensi dalam diri saya, supaya saya dapat mengembangkan potensi diri yang saya miliki untuk berkontribusi sebagai generasi penerus bangsa yang sesuai dengan fungsi seorang mahasiswa.  Selain itu acara ini tidak seserius seperti yang dipikir sebelumnya, banyak sekali games seru yang dilakukan disela-sela kegiatan.  Semoga pelaksanaan kegiatan ini akan berjalan semakin baik ke depannya.

Sabtu, 02 Januari 2016

Kondisi Mahasiswa UISI Saat Ini

            Berbicara tentang kondisi mahasiswa UISI saat ini, menurut saya ini merupakan topik yang cukup sulit.  Mengapa? Karena saya bingung harus membandingkan atau menilai seperti apa.  Karena penilain setiap orang itu relatif.  Tetapi saat ini saya akan berbicara masalah tata cara berpakaian mahasiswa UISI terlebih dahulu. Setelah saya berkuliah di UISI kurang lebih 4 bulan, saya dapat menilai bahwa tata cara berpakaian mahasiswa UISI lebih sopan dan rapi layaknya mahasiswa yang ingin menimba ilmu.
            Ditambah lagi dengan jumlah mahasiswa yang terbilang sedikit daripada universitas lain, kondisi ini membuat mahasiswa UISI lebih mudah untuk akrab dan mengenal satu sama lain baik dari SI1, SI2 maupun SI3.  Tentunya hal ini menguntungkan, karena menciptakan rasa solidaritas dan kekompakkan antar mahasiswa dapat terjalin supaya dapat bersinergi dalam memajukan UISI.  Di sisi lain terdapat kerugiannya, contohnya saya dari jurusan Teknik Kimia yang merupakan angkatan pertama merasa kesulitan saat mencari literatur atau referensi untuk jurnal dan laporan praktikum.  Berbeda dengan teman-teman saya yang berkuliah di universitas lain yang dapat meminjam dari mahasiswa angkatan sebelumnya.
         Menurut saya, mahasiswa UISI saat ini masih merasa kurang percaya diri apabila disandingkan dengan mahasiswa dari universitas ternama.  Mungkin karena UISI merupakan universitas baru.  Namun, belum tentu mahasiswa dari universitas yang baru didirikan kalah saing dari mahasiswa universitas lain.  Apalagi metode perkuliahan yang dijalani mahasiswa UISI memungkinkan untuk lebih focus dalam perkuliahan, karena jumlah mahasiswa tiap kelas tidak lebih dari 30 orang.  Sedangkan beberapa universitas masih menggunakan ruangan sebesar aula untuk perkuliahan.  Maka dari itu dapat saya simpulkan bahwa mahasiswa UISI merupakan mahasiswa yang memiliki sopan santun, memiliki rasa solidaritas antar sesame, cerdas dan berakhlak.