Senin, 28 September 2015

CHAMPS Pertemuan ke-3 (Communication Skill)

            CHAMPS minggu ke-3 kemarin diadakan pada tanggal 27 September 2015, tepatnya hari Minggu.  Kegiatan CHAMPS pada minggu ini dimundurkan yang seharusnya dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 26 September 2015.  CHAMPS hari itu dimulai pada pukul 07.15.  Pada jam tersebut kami semua diwajibkan berkumpul di lapangan parkir sesuai dengan kelompok masing-masing.  Sebelum berkumpul, saya dan teman-teman sekelompok menunggu teman saya, Firdaus.  Untuk membantu membawakan nasi, karena dia yang bertugas mengkoordinir makanan untuk kelompok saya, kelompok Bugis.
Setelah itu saya dan anggota kelompok lain berjalan menuju lapangan parkir.  Saya dan teman saya sempat kebingungan mencari papan nama kelompok Bugis, karena yang membawa bukan kak Wafiq dan kak Andry, melainkan kak Eno.  Ternyata kakak pjk kami sedang berhalangan hadir.  Selesai melakukan absen, diketahui ternyata ada 4 anggota kelompok kami yang tidak masuk.  Kemudian acara selanjutnya adalah pengecekan penugasan dan atribut,  kelompok saya benar semua kecuali ketan mumi.  Kelompok saya membawa lepet padahal yang dimaksud panitia adalah lemper.  Selesai dilakukan pengecekan, dilanjutkan pemberian materi “Communication Skill” di kelas-kelas.
Di sini kami diinformasikan tentang bagaimana cara berkomunikasi secara efektif, maksudnya adalah informasi yang disampaikan mudah dimengerti dan dapat dilaksanakan oleh pihak yang diajak berkomunikasi.  Komunikasi adalah proses pertukaran informasi antara kedua belah pihak dengan perantara media.  Fungsi komunikasi adalah dapat membina kepercayaan.  Mengkoordinir tindakan, merencanakan strategi, dan melakukan pembagian pekerjaan.  Beberapa hambatan dalam  komunikasi adalah latar belakang, bahasa, sikap, waktu, dan lingkungan. Tahapan komunikasi public adalah start of fire, build a bridge, for instance, dan so what.
Setelah materi selesai, kami diberi games oleh kakak panitia yaitu games tebak orang dan games selingan, kami kelompok Bugis berhasil menebak 3 orang dengan benar.  Kemudian acara dilanjutkan dengan debat, kelompok kami mendapat materi tentang “Reklamasi Teluk Benoa” dan kami mendapatkan kontra.  Kami melakukan debat dengan kelompok Sasak.
Debat pun selesai dan dilanjutkan orasi di lapangan parkir.  Karena waktu tidak cukup, maka kelompok saya tidak dapat melakukan orasi.  Kelompok saya mendapatkan tambahan poin karena poster kami menjadi juara 2.  Dan untuk masalah lepet, kesalahan kami dianulir dan dianggap benar.  Kemudian pembacaan penugasan untuk minggu depan dan evaluasi.  Setelah itu kami diperbolehkan untuk pulang.

Minggu, 20 September 2015

Peran dan Fungsi Mahasiswa (CHAMPS 2015 minggu ke-2)


                Pada kegiatan CHAMPS 2015 pertemuan ke-2 kemarin, yaitu hari Sabtu tanggal 19 September 2015.  Seperti pada pertemuan ke-1 saya dan semua mahasiswa baru masuk pukul 07.00 WIB dengan membawa segala penugasan dan mengenakan atribut yang telah ditentukan.  Susunan kegiatan pada hari itu hampir sama namun ada yang berbeda.   Pada sabtu kemarin kami diberikan 3 materi yang berbeda yaitu tentang good attitude, kriteria mahasiswa, dan unity in diversity.  Namun pada kesempatan kali ini saya akan menceritakan secara garis besar tentang peran dan fungsi seorang mahasiswa, seperti yang telah saya terima kemarin saat CHAMPS pertemuan ke-2.
                Seperti yang kita ketahui kata ‘Mahasiswa’ untuk sebagian orang memiliki arti yaitu seseorang yang sedang mengenyam pedidikan di perguruan tinggi.  Pengertian ini tidak seluruhnya salah, tetapi itu merupakan pengertian mahasiswa dalam arti sederhana.   Sebenarnya kata ‘Mahasiswa’ memiliki makna yang lebih kompleks.  Menjadi seorang mahasiswa tidak semudah seperti yang kita bayangkan saat SMA, bahwa menjadi seorang mahasiswa kita memiliki banyak waktu untuk bersantai.  Semua itu salah, pada kenyataannya menjadi seorang mahasiswa yang berarti juga menyandang gelar mahasiswa menjadi suatu kebanggaan dan tantangan tersendiri.  Mengapa? Karena seorang mahasiswa memiliki tanggung jawab yang besar antara lain kepada agama, nusa bangsa, serta kepada keluarganya.  Sebenarnya pengertian mahasiswa adalah seorang agen pembawa perubahan yang dapat memberikan solusi yang tepat bagi permasalahan yang sedang dihadapi oleh suatu masyarakat di belahan dunia manapun.
                Dan sebagai mahasiswa kita memiliki peran dan fungsi.  Pertama, Iron stock adalah sumber daya manusia dari seorang mahasiswa itu tidak akan pernah habis maksudnya mahasiswa adalah seorang calon pemimpin masa depan yang akan menggantikan generasi-generasi sebelumnya yang telah ada.  Maka dari itu mahsiswa juga perlu mengasah soft skill seperti leadership, serta kemampuan dalam memanajemen suatu masalah dengan baik dan memberikan solusi untuk masalah tersebut.  Kedua, Agent of Change adalah mahasiswa adalah agen perubahan baik untuk nusa dan bangsa maupun dunia global.  Mahasiswa bukan hanya seorang penggagas perubahan tetapi juga sebagai pelaku terciptanya suatu perubahan. 
 Ketiga, Guardian force adalah mahasiswa berperan sebagai penjaga nilai-nilai di masyarakat.  Maksudnya, mahasiswa sebagai penyampai, dan penjaga nilai-nilai kebenaran mutlak dimana nilai tersebut didapatkan berdasarkan ilmu yang dimiliki mahasiswa.  Keempat, Social Control adalah mahasiswa sebagai pengontrol kehidupan sosial di masyarakat.  Maksudnya apabila terjadi hal yang kurang tepat dan tidak berpihak pada masyarkat misalnya.  Namun, hal ini terkadang disalah artikan.  Padahal untuk menyampaikan aspirasi tidak harus dilakukan dengan demo yang pada akhirnya akan menyebabkan kericuhan.  Masih banyak cara yang dapat dilakukan seperti melalui diskusi-diskusi.  Kelima, Moral force yaitu mahasiswa adalah kumpulan orang yang baik.  Moral force atau kekuatan moral adalah fungsi yang utama dalam peran mahasiswa dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.  Mahasiswa dituntut untuk dapat memberikan contoh dan teladan yang baik bagi masyarakat karena mahasiswa merupakan bagian dari masyarakat sebagai orang terpelajar yang dapat menempuh pendidikan di perguruan tinggi.
Selain itu, berdasarkan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang merupakan tiga pilar dasar pola pikir dan menjadi kewajiban mahasiswa sebagai kaum intelektual  meliputi, antara lain pendidikan artinya mahasiswa sebagai kaum intelektual wajib meningkatkan mutu diri secara khusus agar mutu bangsa pun meningkat melalui ilmu yang dipelajari atau bidang keilmuan tertentu.   Penelitian dan pengembangan artinya ilmu yang dikuasai melalui proses pendididkan di perguruan tinggi harus di implementasikan dan diterapkan.  Pengabdian pada masyarakat artinya mahasiswa berperan untuk membela kepentingan masyarakat dengan cara menjunjung tinggi nilai-nilai luhur pendidikan.
Itulah garis besar dari salah satu materi yang telah saya terima kemarin saat mengikuti kegiatan CHAMPS 2015 pertemuan ke-2.  Saya menjadi paham tentang peran dan fungsi saya sebagai mahasiswa.  Bahwa mahasiswa merupakan harapan untuk majunya suatu bangsa.  Seorang mahasiswa tidak hanya berpikir untuk dirinya sendiri tetapi untuk kepentingan bangsa dan negaranya juga.
                

Senin, 14 September 2015

Kegiatan CHAMPS 2015

               Hari Minggu kemarin, tepatnya pada tanggal 13 September 2015, seluruh mahasiswa baru Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI) angkatan 2015/2016 mengikuti kegiatan yang bernama CHAMPS.  Pada hari itu, saya dan seluruh mahasiswa baru diwajibkan datang pukul 07.00 WIB di kampus UISI dengan memakai atribut yang telah ditentukan yaitu memakai kaos IO UISI warna merah, memakai celana training panjang warna hitam, memakai sepatu dan berkaos kaki.  Serta membawa perlengkapan dan penugasan untuk hari itu yaitu membawa air mineral 1,5 liter,  tas plastik, alat ibadah, sandal jepit, paper bag, obat-obatan pribadi , alat tulis, nasi Bhineka Tunggal Ika, membawa 3 tikar utuk setiap kelompok, membawa keplek dan ID CARD.
                Kemudian saya dan seluruh mahasiswa baru berbaris sesuai dengan kelompoknya masing-masing.  Termasuk saya, saya berbaris di depan papan kelompok Bugis.  Setelah semua kelompok berbaris dengan rapi, satu persatu kelompok dipersilakan menuju ke lapangan kampus UISI.  Sesampainya disana kami semua melaksanakan APEL Pembukaan CHAMPS 2015 yang memiliki tagline Beyond Inspiring.  Setelah kegiatan APEL selesai, saya dan teman-teman kelompok Bugis melakukan absen yang dipandu oleh kakak PJK kami yaitu kak Andry dan kak Wafiq.  Namun ternyata di kelompok kami masih ada saja yang terlambat dengan berbagai alasan seperti macet dan bangun kesiangan.  Meskipun saya datang tepat waktu, tapi itu menjadi pembelajaran juga untuk saya untuk tidak terlambat.  Karena pada kegiatan CHAMPS ini bila kita tidak melakukan sesuai rules (peraturan) maka akan mendapatkan pengurangan poin.
                Setelah melakukan absen, semua penugasan dan perlengkapan saya diperiksa satu persatu oleh Komisi Disiplin.  Pada saat pemeriksaan, semua penugasan dan perlengkapan saya lengkap kecuali keplek dan ID CARD saya karena sepertinya masih kurang sempurna maka dari itu dambil oleh Komisi Disiplin.  Di kelompok saya banyak keplek yang masih kurang sempurna maka dari itu milik mereka juga dibawa Komisi Disiplin.   Ada juga yang salah karena membawa air mineral merk Club, namun jujur saja pada waktu itu banyak peserta CHAMPS yang bingung dan bertanya-tanya mengapa merk Club salah?
                Pemeriksaan selesai, dan kami diperkenalkan kepada panitia penyelenggara kegiatan CHAMPS 2015 serta maksud dan tujuan CHAMPS ini secara sekilas karena secara lebih jelasnya akan dijelaskan olek kakak PJK masing-masing.  Seluruh kelompok dipersilakan menuju kelas untuk materi dipandu juga oleh kakak PJK masing-masing.  Di kelas, kami dijelaskan tentang CHAMPS 2015.  Bahwa CHAMPS memiliki kepanjangan yaitu C (Confident), H (Honest), A(Attractive), M(Magnanimous), P(Proactive) dan S(Solidarity).  Kegiatan CHAMPS 2015 ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai apa saja yang akan dirasakan dan dialami saat menjalani kehidupan perkuliahan di Universitas Internasional Semen Indonesia.  Pada intinya mengubah cara pikir kami dari siswa menjadi mahasiswa.  Setelah materi CHAMPS selesai kami diperlihatkan video kegiatan anggota BEM saat 17 Agustus kemarin.  Materi selanjutnya yang saya dan teman-teman terima adalah tentang LSO (Lembaga Semi Otonom) dan ORMAWA (Organisasi Mahasiswa) yang ada di UISI.  Sebelum saya dan teman-teman ke lantai 2 untuk pengenalan LSO, kami semua berlatih Break Clap bersama.
                Di lantai 2, semua kelompok berkumpul untuk mendengarkan penjelasan tentang LSO oleh pengurus LSO masing- masing.  Sekitar pukul  11.00 kami kembali kelas untuk makan siang nasi Bhineka Tunggal Ika.  Setelah selesai makan, bagi yang muslim dipersilakan untuk shalat sedangkan bagi non muslim atau yang sedang berhalangan tetap di kelas.  Karena kemarin saya tidak shalat, maka saya tetap berada di dalam kelas.  Namun ada seorang anggota di kelompok saya yang ketahuan menggunakan handphone saat kegiatan CHAMPS berlangsung.   Dengan bergerak cepat, kakak panitia langsung memebrikan teguran dan segera mencatat namanya di sebuah kertas kecil.  Karena memang seperti yang telah disebutkan di dalam peraturan bahwa boleh membawa HP asalkan dimatikan saat kegiatan CHAMPS berlangsung.  Setelah semua anggota kelompok berkumpul setelah kegiatan shalat, kami dipandu kakak PJK menuju lapangan UISI untuk melihat secara langsung ORMAWA yang ada di UISI. 
                Pada saat itu saya mendaftar di PSM, karena saya suka menyanyi meskipun tidak sehebat penyanyi-penyanyi di televisi.  Kegiatan pun berlanjut, kami semua diperintahkan untuk berbaris di lapangan seperti saat datang.  Disana kami semua mendengarkan evaluasi tentang kegiatan hari pertama CHAMPS.  Dan bisa dibilang banyak yang membuat kesalahan.  Kemudian kakak-kakak panitia membagikan keplek yang masih kurang sempurna.  Jadi otomatis, nama saya disebut.  Setelah semua keplek dan ID CARD dibagikan, kami semua dijelaskan tentang kesalahan yang kami lakukan.  Seperti contohnya saya nama saya adalah Ade Virgie Hayoening Paloepi, namun saya menulis nama di keplek dan ID CARD saya ADE VIRGIE H.P.  Karena tidak boleh menyingkat nama lebih dari satu huruf.  Akhirnya saya mengerti dimana letak kesalahan saya.  Dan untuk air minum Club, ternyata terjadi kesalahan sehingga yang membawa air minum merk club diperbolehkan. Penugasan untuk minggu depan pun dibacakan, salah satunya membuat buku angkatan yang berisi biodata satu angkatan.  Setelah penugasan selesai, kami semua berkumpul dengan kakak PJK masing-masing untuk mendengarkan penjelasan lebih lanjut.  Kegiatan pun berakhir, sehingga kami diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing.