Hari Minggu kemarin, tepatnya pada tanggal
13 September 2015, seluruh mahasiswa baru Universitas Internasional Semen
Indonesia (UISI) angkatan 2015/2016 mengikuti kegiatan yang bernama CHAMPS. Pada hari itu, saya dan seluruh mahasiswa
baru diwajibkan datang pukul 07.00 WIB di kampus UISI dengan memakai atribut
yang telah ditentukan yaitu memakai kaos IO UISI warna merah, memakai celana
training panjang warna hitam, memakai sepatu dan berkaos kaki. Serta membawa perlengkapan dan penugasan untuk
hari itu yaitu membawa air mineral 1,5 liter,
tas plastik, alat ibadah, sandal jepit, paper bag, obat-obatan pribadi , alat tulis, nasi Bhineka Tunggal
Ika, membawa 3 tikar utuk setiap kelompok, membawa keplek dan ID CARD.
Kemudian
saya dan seluruh mahasiswa baru berbaris sesuai dengan kelompoknya
masing-masing. Termasuk saya, saya
berbaris di depan papan kelompok Bugis. Setelah
semua kelompok berbaris dengan rapi, satu persatu kelompok dipersilakan menuju
ke lapangan kampus UISI. Sesampainya disana
kami semua melaksanakan APEL Pembukaan CHAMPS 2015 yang memiliki tagline Beyond Inspiring. Setelah kegiatan APEL selesai, saya dan
teman-teman kelompok Bugis melakukan absen yang dipandu oleh kakak PJK kami
yaitu kak Andry dan kak Wafiq. Namun ternyata
di kelompok kami masih ada saja yang terlambat dengan berbagai alasan seperti
macet dan bangun kesiangan. Meskipun saya
datang tepat waktu, tapi itu menjadi pembelajaran juga untuk saya untuk tidak
terlambat. Karena pada kegiatan CHAMPS
ini bila kita tidak melakukan sesuai rules
(peraturan) maka akan mendapatkan pengurangan poin.
Setelah
melakukan absen, semua penugasan dan perlengkapan saya diperiksa satu persatu
oleh Komisi Disiplin. Pada saat pemeriksaan,
semua penugasan dan perlengkapan saya lengkap kecuali keplek dan ID CARD saya karena sepertinya masih
kurang sempurna maka dari itu dambil oleh Komisi Disiplin. Di kelompok saya banyak keplek yang masih
kurang sempurna maka dari itu milik mereka juga dibawa Komisi Disiplin. Ada juga yang salah karena membawa air
mineral merk Club, namun jujur saja pada waktu itu banyak peserta CHAMPS yang bingung
dan bertanya-tanya mengapa merk Club salah?
Pemeriksaan
selesai, dan kami diperkenalkan kepada panitia penyelenggara kegiatan CHAMPS
2015 serta maksud dan tujuan CHAMPS ini secara sekilas karena secara lebih
jelasnya akan dijelaskan olek kakak PJK masing-masing. Seluruh kelompok dipersilakan menuju kelas
untuk materi dipandu juga oleh kakak PJK masing-masing. Di kelas, kami dijelaskan tentang CHAMPS
2015. Bahwa CHAMPS memiliki kepanjangan
yaitu C (Confident), H (Honest), A(Attractive), M(Magnanimous),
P(Proactive) dan S(Solidarity). Kegiatan CHAMPS 2015 ini bertujuan untuk
memberikan gambaran mengenai apa saja yang akan dirasakan dan dialami saat
menjalani kehidupan perkuliahan di Universitas Internasional Semen Indonesia. Pada intinya mengubah cara pikir kami dari
siswa menjadi mahasiswa. Setelah materi
CHAMPS selesai kami diperlihatkan video kegiatan anggota BEM saat 17 Agustus
kemarin. Materi selanjutnya yang saya
dan teman-teman terima adalah tentang LSO (Lembaga Semi Otonom) dan ORMAWA
(Organisasi Mahasiswa) yang ada di UISI.
Sebelum saya dan teman-teman ke lantai 2 untuk pengenalan LSO, kami
semua berlatih Break Clap bersama.
Di
lantai 2, semua kelompok berkumpul untuk mendengarkan penjelasan tentang LSO
oleh pengurus LSO masing- masing. Sekitar
pukul 11.00 kami kembali kelas untuk
makan siang nasi Bhineka Tunggal Ika. Setelah
selesai makan, bagi yang muslim dipersilakan untuk shalat sedangkan bagi non
muslim atau yang sedang berhalangan tetap di kelas. Karena kemarin saya tidak shalat, maka saya
tetap berada di dalam kelas. Namun ada
seorang anggota di kelompok saya yang ketahuan menggunakan handphone saat kegiatan CHAMPS berlangsung. Dengan bergerak cepat, kakak panitia langsung
memebrikan teguran dan segera mencatat namanya di sebuah kertas kecil. Karena memang seperti yang telah disebutkan
di dalam peraturan bahwa boleh membawa HP asalkan dimatikan saat kegiatan
CHAMPS berlangsung. Setelah semua
anggota kelompok berkumpul setelah kegiatan shalat, kami dipandu kakak PJK
menuju lapangan UISI untuk melihat secara langsung ORMAWA yang ada di
UISI.
Pada
saat itu saya mendaftar di PSM, karena saya suka menyanyi meskipun tidak
sehebat penyanyi-penyanyi di televisi. Kegiatan
pun berlanjut, kami semua diperintahkan untuk berbaris di lapangan seperti saat
datang. Disana kami semua mendengarkan
evaluasi tentang kegiatan hari pertama CHAMPS.
Dan bisa dibilang banyak yang membuat kesalahan. Kemudian kakak-kakak panitia membagikan
keplek yang masih kurang sempurna. Jadi otomatis,
nama saya disebut. Setelah semua keplek
dan ID CARD dibagikan, kami semua dijelaskan tentang kesalahan yang kami
lakukan. Seperti contohnya saya nama
saya adalah Ade Virgie Hayoening Paloepi, namun saya menulis nama di keplek dan
ID CARD saya ADE VIRGIE H.P. Karena tidak boleh menyingkat nama lebih dari
satu huruf. Akhirnya saya mengerti
dimana letak kesalahan saya. Dan untuk air minum Club, ternyata terjadi kesalahan sehingga yang membawa air minum merk club diperbolehkan. Penugasan untuk
minggu depan pun dibacakan, salah satunya membuat buku angkatan yang berisi
biodata satu angkatan. Setelah penugasan
selesai, kami semua berkumpul dengan kakak PJK masing-masing untuk mendengarkan
penjelasan lebih lanjut. Kegiatan pun
berakhir, sehingga kami diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing.