Minggu, 11 Oktober 2015

CHAMPS MINGGU KE – 5 (Budaya khas Gresik)





            CHAMPS minggu ke-5 dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 10 Oktober 2015.  Namun saya dan beberapa teman-teman saya dari program studi teknik kimia tidak dapat mengikuti kegiatan CHAMPS dari awal karena kami mengikuti seminar “MELT IN ASEAN” yang dilaksanakan di PENS  Surabaya.  Saya dan teman-teman yang mengikuti seminar telah mendapat surat ijin untuk mengikuti seminar.  Saya dan teman teman saya datang ke CHAMPS sekitar pukul 18.20.  Karena saya dan beberapa teman saya tidak membawa motor maka kami berlari dari gerbang sampai ke lapangan parkir karena takut terlambat dan gelap.  Untung saja kami dapat menyusul teman saya yang membawa motor, sehingga dapat berjalan bersama-sama menuju lapangan parkir UISI.  Kali ini saya kana menceritakan beberapa budaya khas Gresik yang saya ketahui.
            Banyak sekali budaya khas Gresik yang harus diketahui masyarakat luar Gresik seperti tradisi pasar bandeng.  Tradisi pasar bandeng di  Gresik merupakan tradisi yang dilakukan untuk menyambut hari raya idul fitri.  Dimana dilakukan pada dua malam terakhir sebelum malam takbiran dengan tujuan untuk menyambut malam takbiran atau untuk memeriahkan hari kemenangan agama islam (hari raya idul fitri).  Pasar  bandeng dilakukan sebagai wujud rasa syukur atas keberhasilan mereka dalam menjalankan ibadah puasa, sekaligus menunjukkan kepawaian dalam bidang pertambakan ikan bandeng dan juga untuk mengingat adat dan melestarikan budaya agar tidak hilang digerogoti waktu.  Hingga pada hari itu, tak heran banyak orang tumpah ruah menikmati kemeriahan pasar bandeng.  Bagi yang membawah kendaraan harap bersabar dan yang berjalan kaki harap berhati- hati.  Dengan kepadatan seperti itu, masyarakat tetep andil dalam perayaan.
 Tidak hanya masyarakat Gresik saja yang ikut serta memeriahkan tetapi juga dari berbagai kota yang berdekatan dengan kota Gresik  terutama Sidoarjo, Lamongan,  dan Mojokerto serta daerah yang lainnya. Karena banyaknya orang yang simpatik, tempat pelaksanaan pasar bandeng ini diperpanjang dari Jl. Samanhudi, Jl. Gubenur Suryo, Jl. Santri dan Jl. Basuki Rachmat. Awalnya sebelum diperpanjang hanya dimulai dari  Jl. Gubenur Suryo memanjang ke alun- alun kota. Maka jangan heran jika kita ingin merasakan pasar bandeng gresik kita harus rela bersenggol- senggol ria dengan pengunjung yang lainnya. Namun itu tidak akan dapat mengundurkan niat masyarakat.  Gresik adalah kota padat industri tak jarang banyak orang bilang bahwa di Gresik udara nya sangat panas, dan di saat ini Gresik juga sedang proses pembuatan Pelabuhan Internasional.  Selain kota industri Gresik juga dikenal sebagai kota pudak dan kota santri.
Ada satu lagi ciri khas dari kota Gresik yaitu dammar kurung.  Damar Kurung adalah suatu karya seni berupa lentera atau di masyarakat lebih dikenal dengan nama Lampion yang dapat dikatakan Sebagai Lampion Indonesia. Didunia hanya beberapa Negara saja yang memiliki tradisi, bentuk yang khas dari sebuah lentera sendiri seperti China, Jepang dan Indonesia. 
Sekian cerita saya tentang beberapa budaya khas kota Gresik yang saya ketahui.  Dan sebagai kaum muda kita harus melestarikan serta memperkenalkan budaya dan tradisi kota Gresik supaya kota Gresik lebih dikenal lagi seperti kota-kota lain.


Minggu, 04 Oktober 2015

CHAMPS Pertemuan ke-4 (Pengabdian Masyarakat)

            Pada hari Sabtu, tanggal 3 Oktober 2015 kemarin CHAMPS dilaksanakan kembali.  Ini adalah pertemuan ke-4.  CHAMPS kemarin, berbeda dengan CHAMPS yang sebelumnya karena berlangsung di Alun-Alun Gresik.  Tema CHAMPS kemarin adalah pengabdian masyarakat.  Atribut yang digunakan pada hari itu adalah kaos IO warna merah dan training panjang warna hitam.  Penugasan yang harus dibawa kemarin adalah membawa snack sepatu kering, aqua 1,5 liter, pocari sweat tanggung 500 ml dan sari roti sobek isi tanah liat.
            Kegiatan dimulai pada pukul 06.00.  Namun, saya dan kedua teman saya Ufi dan Dyah datang sekitar 05.55.  Kami berniat pergi ke Alun-Alun Gresik dengan  naik angkutan warna merah, tetapi setelah kami berjalan sampai di perempatan Hypermart tetap saja tidak ada angkutan warna merah yang lewat.  Melihat waktu sudah hamper mendekati pukul 6 pagi.  Kami pun memutuskan untuk menaiki becak, karena hanya ada satu becak dengan terpaksa kami bertiga menaikinya daripada datang terlambat.  Saya duduk dibagian tengah, diapit oleh Dyah dan Ufi.  Dapat dibayangkan betapa malunya kami bertiga saat menyusuri jalanan menuju ke Alun-Alun.  Tidak jarang banyak pengguna jalan yang melirik kami dan terlihat heran.  Setelah beberapa menit kami sampai, namun kami memutuskan untuk turun agak jauh dari Alun-Alun karena sedikit malu.
       Saat saya datang, semua kelompok sudah berbaris.  Akhirnya saya menemukan barisan kelompok saya, kelompok Bugis.  Saya bersyukur saya tidak datang terlambat.  Ada beberapa teman saya yang ada ID cardnya diambil karena datang terlambat.  Kegiatan CHAMPS dimulai dengan pembacaan yel-yel.  Dilanjutkan dengan pengecekan penugasan dan mengumpulkan sari roti dan snack sus kering.  Kemudian dilanjutkan dengan kegiatan senam pagi.  Setelah selesai senam pagi, kami dibagi trash bag yang akan digunakan utuk memunguti sampah di sekitar Alun-Alun Gresik.  Kelompok Bugis mendapat area di bagian trotoar.  Saat memunguti sampah, saya sedikit kaget dengan keadaan alun-alun yang dipenuhi sampah dan bau yang tidak sedap dimana-mana.
        Setelah selesai memunguti sampah, saya dan seluruh peserta CHAMPS melaksanakan coffee break.  Kemudian dilanjutkan dengan diskusi tentang keadaan Alun-Alun Gresik.  Secara garis besar, kesimpulan dari hasil diskusi kemarin antara lain seharusnya tidak ada penjual yang berdagang di area alun-alun, karena telah disediakan tempat untuk berjualan.  Kemudian, di alun-alun Gresik ini masih sering dijumpai pengemis yang berkeliaran di area alun-alun.  Perawatan tanaman pun juga harus lebih ditingkatkan karena banyak tanaman yang tidak terurus.  Serta kurangnya fasilitas toilet umum di area alun-alun.  Diskusi ini berlangsing hingga pukul 08.25.
          Setelah diskusi selesai, kegiatan dilanjutkan dengan acara games.  Banyak hal unik yang terjadi seperti saat break clap dan chicken dance.  Pembacaan penugasan untuk pertemuan selanjutnya dibacakan.  Sebelum pulang kami semua diwajibkan berkumpul degan PJK masing-masing sambil membahas tentang penugasan untuk pertemuan selanjutnya.  Tidak lupa kami kelompok Bugis melakukan foto bersama sebelum kembali ke rumah masing-masing.